MENJADI karyawan di industri kreatif tentu
memunculkan konsekuensi pikiran kreatif yang selalu terasah. Namun,
tanpa disadari kita pun bisa mengalami krisis ide.
Cara termudah ketika mengalami kondisi ini adalah menyerah dan hengkang
dari perusahaan tempat kita bernaung. Padahal, cara ini justru membuat
kita tidak berkembang. Maka, lakukanlah perubahan untuk mengembangkan
diri dan karier sebelum terlambat.
Berikut beberapa jurus untuk mengasah kreativitas seperti dikutip dari buku Anak Bawang Cari Peluang, Sabtu (18/8/2012).
Cari info sebanyak mungkin
Sedikit apa pun waktu yang kita miliki, sempatkan diri untuk
mendapatkan berbagai informasi dari semua media komunikasi. Informasi
ini yang dapat menjadi sumber inspirasi untuk mendapatkan ide-ide
segar.
Rencanakan pengembangan karier
Tidak ada salahnya belajar dari keberhasilan rekan-rekan kerja maupun
kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Belajar dari pengalaman
merupakan guru terbaik.
Catat pengetahuan dan keterampilan yang belum dikuasai
Banyak jalan menuju Roma. Ungkapan ini yang dapat memacu kita untuk
mampu menguasai suatu keterampilan baik lewat kursus, seminar, maupun
diskusi ilmiah.
Bersaing secara sehat
Cobalah selalu berpikir positif akan keberhasilan orang lain. Bila
perlu, jadikan keberhasilan orang lain sebagai cambuk untuk meraih
kesuksesan yang kita inginkan.
Bergaul dengan rekan yang berpengetahuan luas dan berpengalaman
Bergaul dengan mereka membuat kita dapat menanyakan banyak hal dan
memperluas pengetahuan. Dengan demikian, kita pun terpacu untuk terus
berkembang dan meraih keberhasilan.
(mrg)
http://kampus.okezone.com/read/2012/08/17/370/679312/asah-pikiran-kreatif-ini-tipsnya
article, tips, trick, tutorial, download, game, news, inspratif, inspiration, home, rumah, education, cara, aplikasi, entertaiment, buissnes, automotif, unik, application, terkini, nice, cerita, mobile, laporan, tugas,
Tampilkan postingan dengan label TIPS SUKSES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS SUKSES. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 September 2013
sukses wawancara / interview
Wawancara kerja tidak hanya dimaksudkan untuk menilai kemampuan Anda
tapi juga untuk menilai kepribadian Anda. Oleh karena itu, sebelum
melakukan wawancara kerja, pastikan Anda telah mempersiapkan diri
dengan baik.
Pertimbangan apakah Anda akan diterima dalam pekerjaan tersebut, tergantung pada kesan yang Anda tinggalkan saat wawancara. Nah, ada lho lima resep jitu untuk memberikan kesan yang baik saat wawancara kerja, seperti dikutip dari Careerealism, Minggu (9/6/2013).
Berpakaian yang sopan
Jenis pakaian dikenakan berbicara banyak tentang pribadi Anda. Maka, penilaian pertama yang akan dilakukan oleh pewawancara adalah berdasarkan busana yang Anda kenakan. Gunakan pakaian yang bersih dan sopan.
Tiba tepat waktu
Tibalah tepat waktu sesuai janji temu dengan wawancara. Bahkan bila perlu datanglah 20 menit sebelum waktu yang dijadwalkan. Dengan tiba sebelum janji temu, akan memberi Anda cukup waktu untuk mengatur diri dengan baik. Menjadi tepat waktu saat wawancara juga menunjukkan keseriusan dengan pekerjaan yang ditawarkan serta dapat diandalkan.
Percaya diri
Percaya diri juga merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam sebuah wawancara. Tidak ada yang ingin merekrut orang pemalu atau tidak percaya diri untuk sebuah pekerjaan serius. Selama proses wawancara, cukup hanya menjadi diri sendiri dan memberikan jawaban yang relevan dengan pertanyaan yang diajukan. Pertahankan kontak mata dan postur tubuh yang baik ketika berbicara dengan pewawancara.
Setiap kali mendapat pertanyaan, berikan jawaban yang benar. Jika tidak yakin tentang hal itu, Anda harus jujur. Namun, jangan sampai Anda terlalu percaya diri dan menjadi berlebihan.
Ajukan pertanyaan yang pintar
Dalam kebanyakan kasus, Anda akan mendapat kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada pewawancara di akhir wawancara. Jika diberi kesempatan, ajukan pertanyaan yang cerdas dan relevan sehingga dapat menunjukkan minat yang mendalam Anda pada perusahaan atau organisasi. Beberapa pertanyaan terbaik yang bisa Anda ajukan, seperti :
- Apa yang Anda harapkan saya lakukan untuk membantu perusahaan Anda mencapai tujuan?
- Apa tantangan yang akan saya hadapi dalam pekerjaan jika dipekerjakan?
Berhati-hatilah untuk tidak mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan gaji karena dapat menunjukkan Anda sebagai pribadi yang serakah.
Berikan apresiasi
Ketika wawancara berakhir, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pewawancara. Tununjukkan kesopanan dengan menjabat tangan sambil mengucapkan terima kasih.
(mrg)
http://kampus.okezone.com/read/2013/06/08/370/819136/mau-bikin-pewawancara-terkesan-ini-resepnya
Pertimbangan apakah Anda akan diterima dalam pekerjaan tersebut, tergantung pada kesan yang Anda tinggalkan saat wawancara. Nah, ada lho lima resep jitu untuk memberikan kesan yang baik saat wawancara kerja, seperti dikutip dari Careerealism, Minggu (9/6/2013).
Berpakaian yang sopan
Jenis pakaian dikenakan berbicara banyak tentang pribadi Anda. Maka, penilaian pertama yang akan dilakukan oleh pewawancara adalah berdasarkan busana yang Anda kenakan. Gunakan pakaian yang bersih dan sopan.
Tiba tepat waktu
Tibalah tepat waktu sesuai janji temu dengan wawancara. Bahkan bila perlu datanglah 20 menit sebelum waktu yang dijadwalkan. Dengan tiba sebelum janji temu, akan memberi Anda cukup waktu untuk mengatur diri dengan baik. Menjadi tepat waktu saat wawancara juga menunjukkan keseriusan dengan pekerjaan yang ditawarkan serta dapat diandalkan.
Percaya diri
Percaya diri juga merupakan salah satu faktor yang paling menentukan dalam sebuah wawancara. Tidak ada yang ingin merekrut orang pemalu atau tidak percaya diri untuk sebuah pekerjaan serius. Selama proses wawancara, cukup hanya menjadi diri sendiri dan memberikan jawaban yang relevan dengan pertanyaan yang diajukan. Pertahankan kontak mata dan postur tubuh yang baik ketika berbicara dengan pewawancara.
Setiap kali mendapat pertanyaan, berikan jawaban yang benar. Jika tidak yakin tentang hal itu, Anda harus jujur. Namun, jangan sampai Anda terlalu percaya diri dan menjadi berlebihan.
Ajukan pertanyaan yang pintar
Dalam kebanyakan kasus, Anda akan mendapat kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepada pewawancara di akhir wawancara. Jika diberi kesempatan, ajukan pertanyaan yang cerdas dan relevan sehingga dapat menunjukkan minat yang mendalam Anda pada perusahaan atau organisasi. Beberapa pertanyaan terbaik yang bisa Anda ajukan, seperti :
- Apa yang Anda harapkan saya lakukan untuk membantu perusahaan Anda mencapai tujuan?
- Apa tantangan yang akan saya hadapi dalam pekerjaan jika dipekerjakan?
Berhati-hatilah untuk tidak mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan gaji karena dapat menunjukkan Anda sebagai pribadi yang serakah.
Berikan apresiasi
Ketika wawancara berakhir, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada pewawancara. Tununjukkan kesopanan dengan menjabat tangan sambil mengucapkan terima kasih.
(mrg)
http://kampus.okezone.com/read/2013/06/08/370/819136/mau-bikin-pewawancara-terkesan-ini-resepnya
cara meningkatkan karier
Setelah diterima menjadi karyawan pada perusahaan idaman, langkah
selanjutnya yang harus kita pikirkan adalah bagaimana meningkatkan
jenjang karier. Berpuas diri dengan jabatan saat ini tentu akan membuat
jenjang karier kita mandek.
Recruitment Section Head TEHNIP Niken Wari menyebut, ada beberapa cara ampuh untuk meningkatkan jenjang karier. Pertama, lanjutnya, ada tujuan yang ingin dicapai, dalam hal ini jenjang karier yang ingin diraih pada kurun waktu tertentu.
"Sudah diterima di perusahaan tujuan, kita harus moving on, yaitu berkembang dan membangun karier. Harus ada visualisasi tujuan, jangan dibiarkan mengalir begitu saja karena akan terus-menerus ngaret," ujar Niken, saat menjadi pembicara dalam Kompas Karier Fair 2013, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Setelah memiliki target, kata Niken, harus ada upaya yang dilakukan untuk meraih tujuan tersebut. Salah satu cara yang harus ditempuh adalah dengan meningkatkan kemampuan yang dimiliki, baik soft skills maupun hard skills.
"Jangan cuma punya keinginan, tapi juga ada usaha dengan membangun soft skills dan hard skills. Bangun soft skills, orang pintar dari segi teknis tidak akan mencapai karier lebih baik tanpa soft skills, yakni kemampuan berkomunikasi, kerja tim, dan menghadapi orang lain. Jangan menutup diri, bahkan saat orang tersebut sudah CEO," imbuh wanita berkerudung itu.
Menurut Niken, kedua langkah yang telah dilakukan tadi harus dilengkapi dengan kemampuan menjual diri (marketing profile). Sebab, tambahnya, kemampuan yang baik namun tidak pernah ditunjukkan maka tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk meraih jabatan yang lebih tinggi.
"Marketing-kan diri, jangan malu. Punya tujuan dan kembangkan diri tapi tidak pernah menjual diri tidak akan ada yang tahu. Berani ambil kesempatan karena kesempatan tidak datang dua kali dan tidak datang ke sembarangan orang. Jadikan tantangan sebagai kesempatan untuk menunjukkan diri, serta terus membangun jaringan," ungkap Niken.
Dia mengingatkan, membangun karier bukanlah proses yang instan. Ada perjalanan panjang yang harus ditempuh dan usaha yang harus dilakukan untuk dapat meraih sukses.
"Jenjang karier bukan proses yang instan. Yang penting jangan pernah berhenti mengembangkan diri dan mengambil kesempatan. Jangan malu untuk belajar dari orang lain, bahkan office boy sekalipun karena mereka bisa jadi inspirasi," tandasnya. (ade)
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/02/370/859198/mau-karier-cepat-naik-ini-tipsnya
Recruitment Section Head TEHNIP Niken Wari menyebut, ada beberapa cara ampuh untuk meningkatkan jenjang karier. Pertama, lanjutnya, ada tujuan yang ingin dicapai, dalam hal ini jenjang karier yang ingin diraih pada kurun waktu tertentu.
"Sudah diterima di perusahaan tujuan, kita harus moving on, yaitu berkembang dan membangun karier. Harus ada visualisasi tujuan, jangan dibiarkan mengalir begitu saja karena akan terus-menerus ngaret," ujar Niken, saat menjadi pembicara dalam Kompas Karier Fair 2013, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
Setelah memiliki target, kata Niken, harus ada upaya yang dilakukan untuk meraih tujuan tersebut. Salah satu cara yang harus ditempuh adalah dengan meningkatkan kemampuan yang dimiliki, baik soft skills maupun hard skills.
"Jangan cuma punya keinginan, tapi juga ada usaha dengan membangun soft skills dan hard skills. Bangun soft skills, orang pintar dari segi teknis tidak akan mencapai karier lebih baik tanpa soft skills, yakni kemampuan berkomunikasi, kerja tim, dan menghadapi orang lain. Jangan menutup diri, bahkan saat orang tersebut sudah CEO," imbuh wanita berkerudung itu.
Menurut Niken, kedua langkah yang telah dilakukan tadi harus dilengkapi dengan kemampuan menjual diri (marketing profile). Sebab, tambahnya, kemampuan yang baik namun tidak pernah ditunjukkan maka tidak akan pernah mendapat kesempatan untuk meraih jabatan yang lebih tinggi.
"Marketing-kan diri, jangan malu. Punya tujuan dan kembangkan diri tapi tidak pernah menjual diri tidak akan ada yang tahu. Berani ambil kesempatan karena kesempatan tidak datang dua kali dan tidak datang ke sembarangan orang. Jadikan tantangan sebagai kesempatan untuk menunjukkan diri, serta terus membangun jaringan," ungkap Niken.
Dia mengingatkan, membangun karier bukanlah proses yang instan. Ada perjalanan panjang yang harus ditempuh dan usaha yang harus dilakukan untuk dapat meraih sukses.
"Jenjang karier bukan proses yang instan. Yang penting jangan pernah berhenti mengembangkan diri dan mengambil kesempatan. Jangan malu untuk belajar dari orang lain, bahkan office boy sekalipun karena mereka bisa jadi inspirasi," tandasnya. (ade)
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/02/370/859198/mau-karier-cepat-naik-ini-tipsnya
Langganan:
Postingan (Atom)